Fokus pembelajaran yang bermakna sesuai dengan pandangan bahwa belajar adalah mengkostruksi pengetahuan, yang di dalamnya siswa berusaha memahami pengalaman-pengalaman mereka. Dalam pembelajaran konstruktif ini, siswa melakukan proses kognitif secara aktif, yakni memerhatikan informasi relevan yang datang, menata informasi ini di otak jadi gambaran yang koheren, dan memadukan informasi tersebut dengan pengetahuan yang telah tersimpan di otak ( Mayer, 1999). Lain halnya, fokus pembelajaran menghafal sejalan dengan pandangan belajar adalah menerima pengetahuan, yang di dalamnya siswa berusaha menyimpan informasi-informasibaru pada memorinya ( Mayer, 1999). Pembelajaran konstruktif ( yakni belajar yang bermakna) dipandang sebagai tujuan pendidikan yang penting. Pembelajaran konstruktif mensyaratkan pembelajaran yang tidak sekedar menyampaikan pengetahuan faktual dan juga mensyaratkan pertanyaan-pertanyaan asesmen yang menuntut siswa bukan sekedar mengingat dan meneganali pengetahuan faktuan ( Bransford, Brown, dan Cocking 1999; Lambert dan McCombs, 1998; Marshall, 1996; Steffe dan Gale, 1995). Proses-proses kognitif ini menjadi alat untuk mendeskripsikan aktivitas-aktivitas kognitif siswa dalam pembelajaran kosntruktif ; proses-proses kognitif adalah cara-cara yang dipakai siswa secara aktif dalam proses mengkonstruksi makna.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar