Kamis, 08 November 2018

Workshop Perlindungan Guru Berprestasi Bumi Katulampa Bogor

KESHARLINDUNG : WORKSHOP PERLINDUNGAN GURU PENDIDIKAN DASAR TAHAP III

Sebagai apresiasi bagi guru-guru berprestasi se Infonesia atas dedikasinya terhadap pendidikan, sebanyak 120 guru di undang ke Jakarta oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendibud). 120 guru tersebut nantinya akan mengikuti “Workshop Perlindungan Guru Pendidikan Dasar” angkatan ke III. Acara yang digelar sejak tanggal 6-9 November 2018 bertempat di Bumi Katulampa Resort Bogor merupakan kegiatan yang di gelar secara rutin oleh Kemendikbud.

Adapun pemilihan peserta, 45%berdasarkan seleksi penulisan tentang artikel  perlindungan guru melalui daring, selebihnya finalis inobel 2017, finalis Guru prestasi tingkat Nasional, serta finalis lomba OGN.
Hadir dalam acara tersebut, Bapak Dr. Praptono, M.Ed Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Bapak Eko Budi Hartono, SE, M.M -Kasubdit Kesejahteraan Penghargaan dan Perlindungan (Kesharlindung), Ibu Dwinita Yunus, SE, M.Pd (Kasi Kesharlindung SMP) dan Ibu Elvira Dayana, SE, MM (Kasi Kesharlindung SD).
Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya peningkatan kapasitas guru tentang perlindungan guru. Menurut Dr. Praptono. M.Ed, “Guru dalam melaksanakan tugasnya wajib mendapatkan pembinaan, pengembangan, peningkatan kesejahteraan, penghargaan yang layak dan perlindungan kekayaan intelektual sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, “ujarnya.
Masih dari Dr. Praptono, M.Ed, bahwa melalui bimtek atau workshop diharapkan guru bisa menjadi guru yang diandalkan karena guru sebagai penjaga gawang atau filter yang mengarah pada prilaku dan budaya negatif.
Berbagai dilema yang ditemukan di lingkungan sekolah, antara lain bagaimana berbenturannya aturan dan tata krama di sekolah dan di rumah si peserta didik. Juga lingkungan, makanan dan permainan yang tidak mendukung tumbuhnya sikap positif bagi peserta didik. Padahal tentu guru sekarang harus terus belajar dan mengajar dengan menyesuaikan era dan cara yang baru yang seduai dengan kebutuhan lingkungan dan masyarakat.
Arah operasional kegiatan ini untuk mewujudkan visi memajukan guru sejahtera dan mulya harus terus kita jaga. Berikut peningkatan mutu sekolah, menyiapkan guru untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yg mengarah pada kemajuan tehnologi. Tentu guru bertugas bagaimana mengarahkan peserta didik agar bisa memilah dan memilih yang bisa dan boleh di akses, ditiru dan diamb hikmahnya. Di akhir sambutannya, Bapak Dr Praptono, M.Ed memberikan tips kepada guru untuk menghadapi revolusi industri 4.0, yakni pembelajaran sekarang haruslah berbasis critikel thingking atau Problem Solving, yang mengarah pada penumbuhan kreativitas yang tinggi, terpenting lagi peserta didik harus memiliki kemampuan berkomunikasi serta bagaimana pembelajaran layaknya tidaklahgi berbasis kompetisi tetapi menjadi berbasis kerjasama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Teringat lagi sang JUARA itu

Sang Juara diHATI saya Teringat lagi dengan sang juara nasional itu  GESITku gede selamannya akan menjadikan cerita indah ...